OPEN HOUSE UKM-ITB 2014


Tradisi Halal Bihalal telah menjadi sebuah ciri khas bagi penganut Muslim Indonesia, karena tradisi ini hanya bisa ditemukan di Indonesia sesaat setelah lebaran dilaksanakan. Meski dari bahasa Arab halal bihalal tiddak akan ditemukan artinya melalui kamus bahasa Arab karena istilah halal bihalal bukan dari Al-Quran, Hadits, ataupun orang Arab, tetapi ungkapan khas dan kreativitas bangsa Indonesia. Prof. Quraish Shihab memaknai bihalal sebagai menjadikan sikap kita terhadap pihak lain yang tadinya haram dan berakibat dosa, menjadi halal dengan jalan mohon maaf. Bentuknya (halal bihalal) memang khas Indonesia, namun hakikatnya adalah hakikat ajaran Islam. suasana halal bihalal suasana halal bihalal Berhubungan dengan hal tersebut, pada tanggal 05 Oktober 2014, setelah Shalat Ied, UKM-ITB menyelenggarakan halal bihalal di Selasar Aula Timur ITB. Acara ini dihadiri oleh UKM 2012, UKM 2013, Ca-UKM 2014 dan uda-uni swasta (UKM 2008-UKM 2011). Acara ini sendiri diisi oleh sambutan dari Datuak UKM, alua pasambahan, serta makan bersama serta pesan dan kesan dari masing-masing angkatan. Acara ini dibuka oleh Datuak UKM-ITB. Dalam sambutannya Uda Arief Rahman (UKM’12) sebagai datuak menyatakan bahwa Idul Adha seharusnya dimaknai sebagai keikhlasan dan berbagi. Uda Arief Rahman menyatakan bahwa contoh tersebut didapat dari kisah Nabi Ibrahim yang ikhlas mengurbankan anaknya, Nabi  Ismail. Karena keikhlasan tersebut Allah mengganti perintah mengurbankan Nabi Ismail menjadi mengurbankan seekor domba. Selain itu Uda Arief berpesan kepada seluruh angkatan UKM-ITB agar menjadikan momentum halal bihalal sebagai ajang perekat kekeluargaan pada internal angkatan maupun kekeluargaan satu UKM. Setelah uda Arief menyampaikan sambutan acara dilanjutkan pasambahan kamakan yang dibawakan oleh Uda Iqbal (UKM’12) dan Uda Rafki (UKM’13). Pasambahan kamakan sendiri merupakan bentuk karya seni sastra di Minangkabau untuk mempersilahkan hadirin yang dating dalam suatu acara makan. Setelah alua pasambahan selesai, nasi yang telah dihidangkan siap disantap dengan berbagai lauknya. Pada kesempatan kali ini, gadih-gadih UKM-ITB mempersiapkan gulai cubadak, ikan teri lado merah, samba lado ijau sebagai lauk. Massa yang hadir tampak antusias menyantap hidangan khas kampuang tersebut. foto basamo ukm Kesan dan pesan yang dilontarkan oleh massa UKM setelah menyantap hidangan umumnya bernada sama. Massa UKM merasa senang dengan acara tersebut serta merasa kerinduan akan kampong halaman dapat terobati. Selain itu massa juga berpesan agar acara ini rutin diadakan dan dapat mengalami peningkatan. Semoga acara halal bihala ini dapat berberkas di hati massa UKM-ITB serta kekeluargaan UKM-ITB semakin erat. (Rafki Ismed G, UKM 13, TL 13)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *