Kujungan UBALA-ITB


UBALA (Unit Budaya Lampung) mengadakan kunjungan ke UKM-ITB, adapun tujuan kunjungan UBALA ke UKM-ITB pada kesempatan ini adalah untuk sharing pengalaman, sharing mengenai system kaderisasi dan juga sharing mengenai acara besar yang diadakan oleh masing-masing unit. Dalam hal sharing acara besar, UKM-ITB memiliki dua acara besar yaitu PPAB (Proses Penerimaan Anggota Baru) yang mana untuk kepengurusan ini dilaksanakan mulai bulan September, dan Dies Natalis yang mana pada kepengurusan ini akan diadakan pada semester genap. Mengenai Dies Natalis, UKM-ITB memiliki acara yang cukup besar yang diadakan satu kali lima tahun yang bernama Lustrum, pada kepengurusan kemaren telah diadakan Lustrum VIII. Sedangkan untuk UBALA sendiri memiliki beberapa acara besar antara lain yaitu BBU sama seperti kegiatan Zoom-IN di UKM-ITB yang mana acara ini ditujukan kepada siswa Lampung yang bertujuan untuk memperkenalkan ITB dan memotivasi mereka untuk berkuliah diluar Lampung, selain itu UBALA juga mengadakan acara Lampung GAM yang mana acara ini bertujuan untuk memperingati hari lahir UBALA, dimana UBALA sendiri berdiri tahun 1997, namun dalam pelaksanaannya acara ini baru dilaksanakan sebanyak dua kali. Mengenai kaderisasi, nama kaderisasi di UBALA adalah kagangapa, namun 2 tahun terakhir ini penurunan jabatan di UBALA ngaret. Hal ini menyebabkan UBALA hanya lebih focus ke kegiatan internal. Pengembngan organisasi di UBALA sempat vakum dan aktif kembali tahun 2009, kaderisasi dari tahun ke tahun aditasi. Namun 2013 mulai diubah sistemnya dengan mengadakan pagelaran. Tahun lalu kaderisasinya 50% budaya, selebihnya organisasi, tanggung jawab, dan kekeluargaan. Karena di Ubala banyak yang tidak asli Lampung sehingga tantangan terbesar UBALA adalah merangkul orang tidak asli Lampung tersebut untuk berbudaya lampung. Sedangkan untuk kaderisasi di UKM-ITB ada 2, yaitu seni (PPK) dan organisasi (divisi kaderisasi). Keduanya tidak dapat dipisahkan karena seni adalah inti dari UKM-ITB dan organisasi (softskill) untuk menjalaninya. Sedangkan mengenai hubungan eksternal sangat sulit dilakukan oleh UBALA, hal ini karena di UBALA sendiri anggota yang asli Lampung sangat sedikit begitu juga di Lampung dimana setengah penduduknya bukan asli Lampung, sehingga sangat sulit untuk mengadakan gathering khususnya warga lampung di Bandung, karena sudah banyak campuran sehingga sedikit massa yang ada. Sedangkan untuk kegiatan eksternal di UKM-ITB, baru-baru ini UKM mengadakan alumni gathering di TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Di UKM-ITB juga banyak yang campuran atau tidak asling Minang, namun mungkin perbandingannya tidak sebesar UBALA. Mengenai masalah anggota, di UKM-ITB sendiri untuk mengatasinya adalah dengan cara mengajak orang untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan UKM-ITB, dengan meminta komitmen dari awal kemudian dilakukan pendekatan personal. Selain itu di UKM-ITB lebih menekankan kekeluargaan sehingga orang-orang itu dapat merasakan kekeluargaan tersebut sehingga lebih mudah untuk merangkulnya. Kekeluargaan di UKM-ITB dimulai dari masing-masing angkatan kemudian baru satu UKM-ITB. Pembentukannya di mulai dari PPAB. Mengenai struktur BP, BP di UBALA dipegang oleh 3 angkatan yaitu 2012, 2013 dan 2014. Tahun ini UBALA merencanakan untuk membuat GBHK. Untuk struktur BP di UBALA ada Kiai (Ketua UBALA), Sekjend, Sekretaris, Bendahara, Psda, Internal, Eksternal, dan Kebudayaan. Sedangkan di UKM-ITB sendiri BP dipegang oleh 2 angkatan yaitu 2013 dan 2014, tunjuannya adalah untuk mengkaderisasi angkatan 2014 yang akan memegang kepengurusan berikutnya. Di UKM-ITB belum ada GBHK namun masih sedang direncanakan. Dasar di UKM-ITB ada 2 yaitu AD-ART dan arahan Datuak (Ketua UKM-ITB). Selain itu UKM-ITB memiliki BM (Badan musyawarah) yang akan menyelenggarakan rapat anggota untuk massa UKM-ITB. Ada 3 unsur kepemimpinan yang diterapkan di UKM-ITB yaitu penghulu (datuak), alim ulama (sulbend) dan cadiak pandai (PPA). Mengenai seni, terdapat beberapa latihan tari dan musik di UKM-ITB yaitu latihan seni di PPAB, latihan penampilan, latihan Dies Natalis dan latihan mandiri. Di UKM-ITB ada 26 tari yang diturunkan ditambah randai serta ada tim pemusik yang mengiringi bukan musik rekaman. 26 tari yang diturunkan tersebut dipetakan pada setiap kegiatan-kegiatan di UKM-ITB, ada timeline latihan di setiap kegiatan. Di UKM-ITB ada master tari yang bertanggung jawab menurunkan tari-tari tersebut. Sedangkan di UBALA sendiri jumlah seninya ada sekitar 6 sampai 7 tari, namun tidak semua terkuasi. Disini hanya memperkenalkan tari-tari tersebut. Namun sudah ada perkembangan 2 tahun terakhir. (Nurul Yenas EL'14 UKM'14)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *