DIES NATALIS 41 UKM-ITB “Beauty Of Minangkabau”


Rangkaian acara Dies Natalis UKM-ITB yang ke – 41 kali ini memiliki tiga bagian utama, yakni UKM Gathering, malam pagelaran, dan bakti sosial. Acara UKM Gathering telah diadakan pada hari Sabtu, 23 Apri 2016, tepat sehari sebelum diadakannya Malam Pagelaran Dies Natalis 41 UKM-ITB. Malam Pagelaran Dies Natalis 41 UKM-ITB, diadakan pada hari Minggu, 24 April 2016 bertempat di Dago Tea House. Acara ini diinisiasi dengan pembukaan stand kuliner makanan khas Minangkabau. Makanan khas Minangkabau ini diantaranya adalah teh talua, kopi kawa daun, karupuak kuah, katan, soto, nasi goreng, dan sebagainya. Stand kuliner ini dibuka pukul 16.00 WIB beriringan dengan stand sponsor. Selanjutnya, setelah maghrib malam pagelaran pun resmi dimulai. Malam pagelaran dengan tema Beauty of Minangkabau – Art in Action ini dibuka dengan Tari Galombang Pasambahan. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Novrisal Prasetya (TM 14, UKM 15). Acara kemudian resmi dibuka oleh para Master of Ceremony, Nilma Safira (TPSDA 14, UKM 14) dan Indreza Putra (STI 14, UKM 14). Tidak lupa pula kata pengantar yang diberikan oleh orang yang memimpin keberjalanan acara Dies Natalis 41 UKM-ITB ini, yakni Fikri Hasnul (EL 13, UKM 13). Kata pengantar juga diberikan oleh Ketua UKM-ITB yang diwakilkan oleh Sekretaris Jenderal UKM-ITB, Rafki Ismed Ghifari (TL 13, UKM 13). Selanjutnya pemberian kata sambutan oleh tokoh akademisi Sumatera Barat, Bapak Fasli Jalal. Acara kemudian dilanjutkan dengan Opening Malam Pagelaran Dies Natalis 41 UKM-ITB. Opening ini merupakan perpaduan dari tari-tari dan randai yang harmonis dan dinamis. Opening ini juga menggambarkan tari-tari dan randai yang akan ditampilkan pada bagian acara selanjutnya. Selanjutnya adalah penampilan salah satu kesenian Minangkabau yang biasanya digunakan untuk menyampaikan kaba, randai. Dimulai dari gerakan dan sorakan para pemain yang diiringi dengan musik, randai kemudian membuka jalan cerita malam pagelaran Dies Natalis 41 UKM-ITB. Malam pagelaran Dies Natalis 41 UKM-ITB berkisah mengenai dua keluarga di Minangkabau yang ekonominya saling berkebalikan, yang satu berkecukupan, yang lain serba kekurangan. Anak-anak dari kedua keluarga ini saling bertemu dan jatuh cinta di tanah rantau. Namun, keserakahan yang dibumbui dengan adat yang berlawanan tidak mengizinkan mereka untuk bersatu, menyebabkan terjadinya perselisihan diantara kedua keluarga tersebut. Akibatnya pula, salah satu dari mereka meninggal karena dendam perselisihan ini. Perjalanan rangkaian kisah tersebut juga diiringi dengan tari-tari khas Minangkabau, diantaranya adalah tari Lenggang Bagurau, Tari Sarampang Duo Baleh, dan Tari Garak Kambang. Tidak lupa pula musik dan lagu khas Minangkabau juga ikut mengiringi. Rangkaian kisah ini kembali ditutup dengan randai. Di bagian akhir acara malam pagelaran, Tari Piriang Manggaro turut menggelorakan semangat di malam pagelaran ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan musik kreasi yang telah dipersiapkan dengan sangat matang oleh para pemusik. Selanjutnya, acara ditutup dengan beberapa patah kata oleh MC dan closing oleh seluruh personil dan panitia yang terlibat dalam rangkaian acara Dies Natalis 41 UKM-ITB. Letivany Aldina ( IF 2014 UKM 2014).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *