Kunjungan ke Pembina UKM-ITB, Bapak Rinaldi Munir


Pada hari selasa 27 September 2016 UKM–ITB telah melaksanakan kunjungan ke salah seorang dosen minang yang mengajar di ITB. Dosen yang dikunjungi kali ini adalah pak Rinaldi Munir selaku pembina UKM–ITB. Kunjungan ini dilaksanakan di ruangan beliau bertempat di labtek 5 pada pukul 16.00 WIB. Tujuan utama dari kunjungan ini tak lain adalah untuk bersilahturahmi dengan dosen pembina UKM–ITB selain itu kunjungan ini juga memaparkan tentang kepengurusan UKM–ITB pada tahun 2016/2017. Kunjungan diawali dengan perkenalan dari anggota UKM–ITB yang hadir yang diikuti sesi tanya jawab. Sesi ini membahas semua tentang kepengurusan tahun ini. Kepengurusan tahun ini bertujuan untuk melanjutkan hal yang belum diselesaikan pada tahun – tahun yang lalu, seperti menumbuhkan minat seni seperti minat menari lalu kegiatan sholat magrib berjamaah yang dilanjutkan dengan mengaji bersama akan lebih digencarkan lagi. Setiap hari Jum’at akan dibiasakan untuk menggunakan dresscode dimana anggota laki – laki menggunakan baju koko dan anggota perempuan menggunakan rok. Pada kepengurusan tahun ini ada beberapa hal baru seperti kegiatan “batandang ka nangor” dimana kegiatan ini bertujuan untuk mengunjungi dan bersilahturahmi dengan anggota UKM–ITB yang berada di Jatinangor dalam bentuk acara untuk bersenang – senang selain itu juga sebagai momen untuk menggunakan sekre UKM–ITB yang berada di Jatinangor. Pak Rinaldi memberikan saran untuk membuat koordinator untuk di Jatinangor agar sekretariat dan anggota UKM–ITB di Jatinangor tidak terabaikan selain itu juga akan menempatkan peralatan UKM–ITB yang tidak muat untuk disimpan di Ganesha akan dipindahkan ke sekretariat yang di Jatinangor agar sekretariat di Jatinangor tidak terlalu kosong. Namun,untuk kepengurusan tahun ini belum bisa untuk merealisasikan saran tersebut karena kondisi tahun ini tidak memungkinkan dan kepengurusan tahun ini ingin mempersiapkan kepengurusan tahun selanjutnya untuk meubah dan merealisasikannya. Selain itu ada beberapa kegiatan baru lainnya seperti melakukan kunjungan ke unit minang luar ITB dan luar Bandung,mengikuti acara kolaborasi dengan unit seni budaya yang diselenggarakan oleh KM – ITB,mengadakan acara kolaborasi dengan unit seni budaya se-Sumatera (Sumatera Gathering). Acara kolaborasi yang akan diselenggarakan oleh KM – ITB akan dilaksanakan dalam bentuk suatu malam pagelaran yang rencananya akan dilaksanakan di Lapangan Basket ITB pada semster genap nantinya. Sedangkan acara Sumatera Gathering akan diadakan dalam bentuk saling sharing budaya antar daerah se-Sumatera. Kepengurusan tahun ini juga mencanangkan malam pergelaran Dies Natalis UKM–ITB ke-42,bahkan Pak Rinaldi sendiri menyarankan untuk mengadakan malam pergelaran Dies Natalis UKM–ITB ke-42 di Aula Barat. Disarankan juga untuk membuat pagelaran menggunakan cerita lama yang dibuat baru agar antimainstream. Masalah UKM,database alumni UKM–ITB yang masih belum lengkap dan di follow up, alumni dari universitas lainnya seperti alumni dari UPI,UIN,UNISBA dan universitas lainnya. Ketidak lengkapan database alumni disebabkan karena banyak dari setiap angkatannya yang kurang mengetahui keadaan dari alumni lainnya. UKM bersifat terbuka karena anggota UKM–ITB bisa dari mana saja,bahkan pernah ada anggota UKM–ITB dari Sulawesi dan pernah ada juga keturunan Tionghoa. Anggota UKM–ITB harus mendapatkan manfaat dalam berorganisasi harus bisa memperoleh nilai lebih dalam menyelesaikan masalah dalam bermasyarakat. Jadi harus ditumbuhkan kesadaran untuk semua anggota UKM–ITB agar tahu apa saja manfaat yang bisa didapatkan dalam ber-UKM. Kepengurusan UKM–ITB juga memiliki divisi yang akan memperhatikan kondisi akademik dari tiap anggota UKM–ITB agar masalah akademik yang terjadi pada anggota dapat diminimalisasi. Pak Rinaldi merasa memiliki peran dalam mengawasi akademik anggota UKM–ITB karena merasa sebagai wakil dari orang tua mahasiswa minang di ITB. Peran tersebut merupakan suatu kebanggaan bagi beliau. Sebagai pembina UKM–ITB beliau pernah mengajukan untuk penggantian pembina karena beliau sudah 10 tahun menjadi pembina,mungkin dengan penggantian pembina dapat lebih menyegarkan untuk UKM–ITB.(Intan Sabrina, UKM'15 FKK'15)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *