Kunjungan Musi ke UKM-ITB


kunjungan-musiPada hari Jum’at 21 Oktober 2016, UKM-ITB menerima kunjungan dari MUSI-ITB. MUSI-ITB ini merupakan sebuah unit yang menghimpun mahasiswa Sumatera Selatan di ITB. Kunjungan dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB dengan tempat sekretariatan UKM-ITB. Acara dimulai tepat pukul 16.00 yang diawali dengan pembukaan dari MC dari pihak UKM-ITB,kemudian dilanjutkan dengan perkenalan seluruh anggota yang menghadiri kunjungan. Sesi pertama dimulai dengan pengenalan tentang MUSI-ITB dan UKM-ITB oleh masing-masing perwakilannya. Sesi selanjutnya yaitu sesi tanya jawab untuk UKM-ITB yang ingin menanyakan seluk beluk tentang MUSI-ITB. MUSI-ITB terdiri dari 5 departemen yaitu Kesekretariatan mengepalai sekretaris, bendahara, danus ; PSDA mengepalai kaderisasi, MSDA ;  Internal mengepalai kekeluargaan, BRT, medkom ; Seni Budaya mengepalai tari, musik, pemuda, manager ; External mengepalai intrakampus, ekstrakampus, dan hubungan alumni. Dari semua subdepartemen ada salah satu subdepartemen yang berbeda yaitu subdepartemen pemuda dimana pada subdepartemen ini memberikan sarana tentang budaya, seperti bahasa daerah, dan informasi mengenai pariwisata sumatera selatan. PPAB di MUSI-ITB dikenal dengan sebutan “PEMPEK” (Pembinaan dan penerimaan keluarga). PEMPEK dibagi menjadi 5 kali pertemuan. Pertemuan pertama merupakan pertemuan untuk perkenalan masing-masing ca-musi, diberi tugas angkatan seperti membuat slayer angkatan. Pertemuan kedua yaitu memperkenalkan kesenian, budaya, tari, musik, kostum, dan make up kepada ca-musi.  Pertemuan ketiga adalah pertemuan untuk memperkenalkan BPA (Badan Perwakilan Anggota) dengan metode permainan. Pertemuan keempat adalah pertemuan untuk memperkenalkan Badan Pengurus MUSI-ITB dengan metode permainan. Setiap departemen dipersiapkan satu permainan yang memiliki esensi yang sesuai dengan departemen yang hendak diperkenalkan kepada ca-musi. Pertemuan kelima adalah pertemuan yang mirip dengan malam keakraban ca-UKM. Dengan jeda waktu 2 minggu antara pertemuan keempat dan pertemuan kelima, ca-musi dibebaskan untuk mempersiapkan “miniatur kampong MUSI” (kampong MUSI-ITB merupakan rangkaian acara dies natalis MUSI-ITB). Ca-musi dianggap panitia PEMPEK sudah mandiri untuk mencari tahu sendiri terkait kesenian yang ada di MUSI-ITB. Pelatih ca-musi sendiri berasal dari anggota MUSI-ITB aktif yang diajak untuk melatih oleh ca-musi. Setelah malam pagelaran,ca-musi tidak langsung dilantik keseluruhan melainkan diadakan pertemuan tambahan semacam tes untuk mengukur keberterimaan materi ca-musi. Bagi ca-musi yang belum lulus tes tersebut, maka tes akan diulang kembali sampai ca-musi lulus. Pertemuan tambahan ini belangsung selama sebulan hingga pelantikan. Penurunan seni di MUSI-ITB berdasarkan minat saja. Penurunan seni musik di MUSI-ITB hanya berfokus untuk satu alat musik. Penurunan seni tari di MUSI-ITB dibedakan atas dua yaitu tari bujang dan tari gadih. Perbedaan penurunan seni di MUSI-ITB dan UKM-ITB terletak pada kewajiban. Orang yang menguasai seni di UKM-ITB berkewajiban menurunkan seni yang dikuasainya, sementara di MUSI-ITB tidak. Jumlah pendaftar ca-musi ada sekitar 50an, namun yang siap lantik berkisar 30an. Pendaftar ca-musi tidak hanya yang berasal dari Sumatera Selatan, tetapi ada yang memang keturunan Sumatera Selatan dan memang sebab berminat dengan MUSI-ITB. Setelah mengetahui seluk beluk tentang MUSI-ITB,anggota UKM-ITB juga berbagi informasi tentang UKM-ITB kepada MUSI-ITB. Adzan maghrib nan berkumandang sebagai penghujung pertemuan dua unit yang sedang asyik berbagi informasi satu sama lain. Membuat kunjungan saat itu harus berakhir dan pihak MUSI-ITB pamit undur diri. Kunjungan diakhiri dengan foto bersama anggota UKM-ITB dengan anggota MUSI-ITB..(Intan Sabrina, UKM’15 FKK’15)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *