Kunjungan UKM-ITB ke Fosmi UPI Bandung


kunjungan-fosmi Kunjungan ke unit-unit atau paguyuban Minangkabau luar kampus ITB merupakan kegiatan  yang kerap kali dilakukan oleh anggota UKM-ITB pada tiap tahunnya. Kunjungan ke unit-unit atau paguyuban Minangkabau tersebut dilaksanakan baik didaerah Bandung maupun diluar Bandung. Kunjungan ini dilaksanakan dengan maksud untuk mempererat tali silaturahmi dan saling berbagi antara unit-unit atau paguyuban mengenai kepengurusan, pengalaman,  dan lain-lain. Pada hari sabtu,1 Oktober 2016, UKM-ITB melaksanakan kunjungan ke FOSMI (Forum Silaturahmi Mahasiswa Minang) UPI Bandung. FOSMI ini merupakan sebuah paguyuban yang menghimpun mahasiswa Minangkabau di kampus UPI Bandung. Kunjungan dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB dengan tempat Kampus UPI Bandung untuk meeting point. Pada pukul 15.30 WIB anggota UKM-ITB yang menghadiri kunjungan tersebut dijemput oleh anggota FOSMI UPI untuk menuju ke Basecamp FOSMI yang menjadi tempat pertemuan kunjungan kali ini. Kunjungan UKM-ITB ke FOSMI UPI Bandung yang dihadiri oleh Datuak Ihsanul Qolby (UKM’14), Kadiv Hublu Annisa Pertiwi (UKM’14) dan beberapa anggota lainnya. Anggota UKM-ITB disambut dengan hangat oleh anggota FOSMI. Acara dimulai tepat pukul 16.00 yang diawali dengan pembukaan dari MC dari pihak FOSMI, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan seluruh anggota yang menghadiri kunjungan. Sesi pertama dimulai dengan pengenalan tentang FOSMI dan UKM-ITB oleh masing-masing ketua yaitu Uda Arfi dari FOSMI dan Uda Ihsan dari UKM-ITB. Pada sesi selanjutnya yaitu sesi tanya jawab untuk UKM-ITB yang ingin menanyakan seluk beluk tentang FOSMI. FOSMI merupakan paguyuban yang belum berada dibawah naungan UPI atau belum diresmikan secara resmi oleh UPI Bandung dan merupakan organisasi yang diinisiasi oleh mahasiswa minang yang barada di UPI Bandung. FOSMI memiliki struktur badan pengurus yang cukup berbeda dengan UKM-ITB, yaitu ketua yang membawahi bagian non deprtemen dan begian departemen. Untuk bagian non departemen terdiri atas wakil ketua, sekretaris satu dan dua, bendahara satu dan dua. Sedangkan bagian departemen terdiri atas Departemen PSDO, Departemen Minat dan Bakat, Departemen Kerohanian, Departemen Humas, Departemen Sosial. Dimana secara keseluruhan dikontrol penuh oleh ketua FOSMI. Periodisasi kepengurusan FOSMI dilaksanakan setiap awal tahun yang nantinya ketua dan badan pengurus dipilih dalam suatu forum yang bernama “Dubas atau Duduak Basamo”. Seluruh kegiatan dari FOSMI itu sendiri diatur oleh AD/ART dan GBHO dari FOSMI itu sendiri. Untuk seni, FOSMI memiliki enam tari yang sudah dilestarikan sejak dahulunya, yaitu Tari Pasambahan, Tari Bagurau, Tari Indang, Tari Panen, dan Tari Piriang Suluah yang merupakan tari khas dari FOSMI. Untuk musik, FOSMI belum memiliki alat musik namun FOSMI sering latihan bersama Sanggar Bundo Kanduang di Dago agar anggota tetap bisa latihan musik secara rutin. Jadwal latihan rutin seni FOSMI dilaksanakan setiap hari Jum’at di tempat yang berbeda – beda di dalam kampus UPI dan untuk setiap latihan seni FOSMI langsung mengadakan latihan ketika semua hadir tanpa membuat forum terlebih dahulu. FOSMI juga memiliki kegiatan tahunan yang merupakan acara besar dari FOSMI yaitu acara pagelaran seni yang bernama “SUMARAK”. Penerimaan anggota dari FOSMI terbilang sederhana dibandingkan penerimaan anggota unit/himpunan pada umumnya. Anggota FOSMI diterima melalui acara yang bernama “Makrab”, acara tersebut dihadiri oleh seluruh anggota FOSMI baik itu mahasiswa aktif maupun alumni dan mengundang seluruh mahasiswa baru minang yang telah didata oleh anggota FOSMI itu sendiri. Setelah anggota baru menghadiri acara tersebut, secara sah mahasiswa yang terdata mengikuti “Makrab” tersebut sudah menjadi anggota dari FOSMI. Setelah itu pada sesi selanjutnya, merupakan sesi tanya jawab dari FOSMI tentang UKM-ITB. Sesi tersebut berlansung dengan intens dan padat. Karena antusiasnya kedua belah pihak dalam hal bertukar informasi. Selain itu FOSMI mengumumkan bahwa FOSMI akan mengadakan turnamen futsal se-Bnadung Raya dimulai pada tanggal 29 Oktober 2016 dan sekaligus mengundang UKM-ITB untuk mengikuti turnamen ini.  Pada sesi terakhir dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari UKM-ITB dan FOSMI serta foto bersama. Dan terakhir ditutup dengan doa yang dipimpin oleh pihak FOSMI. Pada kunjungan ini banyak hal menarik yang dapat diambil dan kedua belah pihak mengharapkan silaturahmi ini tidak berbatas hanya pada kunjungan ini, namun pada kegiatan-kegiatan lain. Seperti latihan seni dari UKM-ITB kepada FOSMI dan begitu sebaliknya yang diusulkan oleh anggota FOSMI kepada UKM-ITB. Hal tersebut disambut oleh Datuak Ihsan dan akan ditindak lanjuti untuk kedepannya. Hal seperti inilah yang menjadi jembatan kita sebagai mahasiswa Minang di rantau dan tidak terbatas pada masing-masing universitas atau paguyuban-paguyuban saja. Selain dapat menambah keluarga di rantau, kita juga dapat saling berbagi dan melestarikan Kesenian serta Kebudayaan Minangkabau di tanah rantau.(Arif Afrianda, UKM'14 MB'14)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *