Kunjungan ke Pak Rildova


Pada hari Selasa 1 November 2016 UKM – ITB telah melaksanakan kunjungan ke salah seorang dosen minang yang mengajar di ITB. Dosen yang dikunjungi kali ini adalah pak Rildova selaku ketua IA UKM – ITB. Kunjungan ini dilaksanakan di ruangan beliau bertempat di CC Barat lantai 2  pada pukul 16.00 WIB. Tujuan utama dari kunjungan ini tak lain adalah untuk bersilahturahmi dengan dosen minang selain itu kunjungan ini juga memaparkan tentang kepengurusan UKM – ITB pada tahun 2016/2017. Kunjungan diawali dengan perkenalan dari anggota UKM – ITB yang hadir yang diikuti sesi tanya jawab. Sesi ini pengurus UKM – ITB meminta masukan dari alumni melalui beliau. Menurut beliau kepengurusan silahkan dijalani oleh pengurus sebagaimana sebaiknya dan seharusnya alumni hanya mengawasi,mengamati dan menilai dari luar. Namun,jika pengurus mengalami kesulitan dalam masa kepengurusan tahun ini pengurus tidak perlu sungkan untuk meminta tolong kepada pihak alumni. Alumni akan selalu siap untuk membantu para pengurus dalam melaksanakan kepengurusan tahun ini. Saat sekarang ini problematika yang sedang dihadapi UKM – ITB yaitu dalam hal partisipasi anggota. Sekarang ini trend mahasiswanya adalah malas untuk berorganisasi karena lebih banyak yang memfokuskan pada akademiknya saja. Namun,menurut beliau seharusnya tidak ada hubungan antara organisasi dengan akademik. Pada tahun ajaran ini seluruh dosen ITB sudah menerima surat edaran yang menyatakan bahwa setiap mahasiswa harus mengikuti suatu organisasi. Padahal di dunia kerja nanti akan lebih terasa manfaat organisasi dibandingkan dengan ilmu kuliah karena ilmu kuliah hanya di awal untuk penerimaan kerja saja. Di dunia kerja nanti lebih dibutuhkan skill dan cara kita dalam memanajemen segala hal. Beliau juga berbagi cerita tentang keadaan UKM – ITB saat beliau menjadi pengurus. Ketika zaman kepengurusan beliau juga ada kendala dalam hal keanggotaan.  Dulu jumlah anggota lebih sedikit,bisa ramai jika ada acara kumpul bersama seperti berbuka bersama bisa sampai 50 orang yang hadir. Pada saat itu mahasiswa lebih tertarik dalam hal kemasyarakatan dari pada keorganisasian jadi terkendala dalam hal jumlah anggota. Permasalahan yang banyak terjadi pada saat itu dalam hal ekonomi dan akademik. Bahkan dulu itu tak jarang anggota yang daftar UKM – ITB karena sudah terlibat kasus dalam akademik. Kegiatan UKM – ITB yang dulu hampir sama dengan kegiatan yang sekarang hanya saja kegiatan sekarang lebih intens dibanding dengan yang dulu. Namun,saat itu jam berkegiatan bebas tanpa ada batasan jam malam. Saat itu latihan UKM – ITB sering berkolaborasi dengan unit minang lainnya seperti UPBM dikarenakan minimnya peralatan yang dimiliki oleh UKM – ITB dulu. Untuk seni UKM – ITB saat itu awalnya tidak ada musik dan dulu juga untuk tari diwajibkan dibandingkan musik.  Dulu UKM – ITB sering berkumpul dengan perkumpulan minang lainnya yang berada di Bandung seperti Forum Komunitas Minang selain itu dulu juga ada Asrama Minang yang berada di Cikutra. Jadi selain di UKM – ITB ataupun UPBM mahasiswa minang juga sering berkumpul bersama di Cikutra. Alumni menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengurus karena pengurus masih mau melanjutkan kepengurusan UKM – ITB. Alumni hanya akan memantau kepengurusan dari luar dan akan membantu jikalau pengurus mengalami kendala selama kepengurusan. Menurut alumni, organisasi mahasiswa lebih baik dijalankan sesuai dengan ide dari pengurusnya dan lebih terkonsentrasi pada kepengurusan tanpa perlu terlalu memikirkan alumni karena alumni cenderung akan terus mendukung apapun yang akan dibawakan oleh para pengurus. Setelah menyampaikan beberapa masukan dan berbagi pengalaman dari beliau acara kunjungan pun diakhiri seiring dengan masuknya waktu magrib. Kunjungan diakhiri dengan foto bersama para pengurus dengan pak Rildova.(Intan Sabrina, UKM'15 FKK'15)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *