Ta’lim 2: The Power of Ikhlas


talim-2Jum’at,25 November 2016 silam di sekretariat UKM – ITB telah dilaksanakan Ta’lim yang kedua. Ta’lim kali ini menghadirkan pembicara dari salah satu unit salman bernama Afdhil MT’13. Ta’lim kali ini membahas tentang The Power Of Ikhlas. Hal yang paling susah untuk dilakukan adalah ikhlas, karena terkadang ikhlas sangat dekat dengan riya. Seperti kisah dibalik hadist innamal ‘amalu bin riyaat ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah ada beberapa orang yang tidak berniat karena Allah SWT dan perintah Rasulullah SAW tapi hanya karena harta dan wanita. Jika orang tersebut berniat untuk Allah dan Rasul maka akan mendapatkan rasa ikhlas. Ikhlas yang kita harapkan adalah ridho Allah SWT. Ikhlas itu memiliki beberapa tingkatan, ketika kita beribadah karena semata – mata ingin mengharapkan ridho Allah dan menambah kedekatan dengan Allah itu merupakan tingkat keikhlasan yang paling tinggi. Namun, jika ibadah karena takut akan neraka itu juga merupakan keikhlasan tapi itu tingkatannya rendah. Biasanya hal yang diharapkan seseorang dalam beribadah adalah ridho Allah,surga-neraka-pahala-dosa,materi dan juga riya. Ketika kita dihadapi dengan jadwal yang bentrok dan bingung akan mengambil keputusan dan terkadang kita terlupa kalau niatt awal bagaimana mengharap ridho Allah. Bagaimanakah caranya ? Pertama berdo’alah di setiap kegiatan, pahami esensinya supaya selalu ingat karena apapun kegiatannya niat awal hanyalah karena Allah minimalnya mengucapkan basmallah. Bahasan ikhlas tidak hanya sebatas diawal kegiatan, tapi di awal,di tengah, di akhir, bahkan ke depan setelah kegitan itu dilakukan. Kedua seringlah untuk memperbaharui niat, saat di tengah – tengah di-refresh  kembali. Seperti ketika ada hal yang terasa lebih di suatu kegiatan maka kembalilah mengingat niat awal kita. Ketiga berdo’a kepada Allah untuk bisa ikhlas dan terus ikhlas. Keempat perbanyaklah ilmu agama. Ketika kita mengetahui cerita nabi dan sahabat – sahabatnya bagaimana cara untuk ikhlas dapat membuat kita terinspirasi dan terus mengingat Allah. Sibuk ? Masih mahasiswa saja kta sudah meraa sibuk sehingga tak bisa lagi menyempatkan waktu tuk mengingat Allah bagaimana keberjalanan hidup kita kedepannya ? Janganlah pernah kita mengalasankan sibuk sehingga tidak sempat beribadah, karena kedepannya kita akan jauh lebih sibuk kecuali saat nanti setelah kita memasuki masa lansia. Apakah kita harus menunggu lansia dahulu saat kemampuan kita sudah sangat terbatas? Maka dari itu, marilah kita tinggikan parameter sibuk kita. Mulailah dengan melakukan hal – hal baik mulai dari sekarang. Ladang ilmu sangatlah banyak yang menjadi masalah bukannya kita tidak bisa atau tidak sempat tapi kita tidak mau dan tidak tergerak untuk berubah. Seperti Ta’lim sebelumnya, Ta’lim kali ini juga dimulai sejak ba’da ashar hingga menjelang magrib. Ta’lim kali ini juga disajikan dalam bentuk penyampaian ceramah dari pemateri. Setelah penyampaian oleh pemateri di adakan sesi tanya jawab bagi anggota UKM – ITB yang ingin bertanya mengenai hal yang terkait. Acara berlangsung hangat karena antusias dari anggota UKM – ITB dalam bertanya karena rasa ingin tahu yang besar. Hingga waktu magrib menjelang ta’lim pun diakhiri. Sebelum ta’lim berakhir diadakan foto bersama antara anggota UKM – ITB dengan pemateri.(Intan Sabrina, UKM'15 FKK'15)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *