Permainan Tradisional Khas Minangkabau


Sumatera Barat selalu mernarik untuk diperbincangkan. Selain budaya dan adat istiadat, Minangkabau juga memiliki permainan tradisional. Memang setiap suku pasti memiliki permainan khas tradisionalnya masing-masing, namun ini berbeda. Permainan tradisional khas Minangkabau ini menarik untuk disimak karena unik dan bermanfaat juga untuk kesehatan. Banyak sekali permainan tradisional yang diwariskan secara turun temurun. Namun, seiring bergesernya budaya masyarakat, permainan ini mulai jarang ditemukan. Berikut bebeapa permainan tradisional khas Minangkabau. 1. Sipak rago Dalam bahasa Indonesia, sipak rago adalah sepak raga. Permainan ini dulunya sangat populer di daerah Minangkabau. Banyak yang mengatakan bahwa sipak rago inilah asal mula dari sepak takraw. Terlepas dari benar atau tidaknya, namun sipak rago ini biasanya dimainkan oleh laki-laki. Permainannya akan membentuk lingkaran lalu menyepak bola yang terbuat dari anyaman kulit rotan maupun daun kelapa. Aturan mainnya cukup mudah dimana bola tidak boleh jatuh ke tanah. Sipak rago ini tidak menggunakan jaring seperti sepak takraw. Mungkin jaring inilah yang menjadi pembeda sipak rago dan sepak takraw. 2. Randai Randai adalah seni teater ala Minangkabau yang memiliki berbagai macam peran dan nyanyian pengiringnya. Dalam Randai juga mengunakan tarian dan seni silat dalam olah gerak para pemainnya. Permainan Randai dilakukan dengan membentuk lingkaran kemudian melangkah kecil-kecil secara perlahan, sambil menyampaikan cerita lewat nyanyian secara bergantian, dengan diselingi gerakan tarian disetiap interval cerita. Semua gerakan randai dikomandoi oleh aba-aba salah seorang pemain randai yang biasa disebut Janang. Cerita Randai biasanya diambil dari cerita nyata kehidupan bermasyarakat. Randai bertujuan sebagai seni pertujukan/hiburan, menyampaikan pesan moral, nasihat dan pendidikan. 3. Bakiak “Bakiak” sebenarnya permainan tradisional anak-anak di Sumatera Barat. Orang Minang kelahiran hingga pertengahan 1970-an biasa memainkannya dan ketika acara 17 Agustusan mengikuti perlombaan di desa atau kecamatan. Tapi anak-anak kelahiran setelah itu hampir tidak mengenal lagi, karena jarang digunakan. Tahun lalu pernah dipamerkan aneka permainan anak-anak tradisional di Museum Adityawarman, Padang. Dua anak laki-laki yang berkunjung memegang dua belahan batok kelapa yang dikaitkan dengan seutas tali. Lalu mereka masing-masing memasang ke telinga dan mulut, menjadikannya sebagai mikrofon kaleng. Kedua anak itu tidak tahu itu adalah terompah batok kelapa, tapi mereka jadikan telepon. Padahal, permainan tradisional itu sebenarnya dulu biasa dimainkan anak-anak di Sumatera Barat dengan nama ‘tarompa galuak’. 4. Sipak tekong Sipak tekong ini adalah permainan petak umpet ala Minang. Sipak sendiri artinya sepak an tekong artinya kaleng. Yang membuat berbeda adalah, pemain yang dahulu tertangkap dapat diselamatkan. Seperti petak umpet pada umumnya akan ada satu orang yang bertugas sebagai penjaga dan yang lainnya akan bersembunyi. Akan ada kaleng yang diletakkan di tengah lingkaran. Penjaga akan mencari teman-temannya yang bersembunyi. Penjaga harus menyebutkan nama dan menyentuh tekong sambil berkata sipak tekong. Jika hal ini tidak dilakukan, maka orang yang bersembunyi tadi dapat bersembunyi kembali dengan menyepak tekong tersebut.(Novrisal Prasetya, UKM'15 TM'14)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *