MALAM PUNCAK DIES NATALIS 44 UKM-ITB : “ALEK GADANG RANG MUDO”


20 April 2019, Sasana Budaya Ganesha ITB, sesaat setelah matahari meninggalkan singgasananya, dimulailah detik-detik yang ditunggu-tunggu. Payung marapulai dan janur kuning khas baralek minang siap menyambut kedatangan tamu undangan dan seluruh penonton yang rindu akan penampilan seni minang di daerah rantau. Lorong penuh kelap kelip lampu membawa masuk menuju panggung utama malam itu. Dengan basmallah dimulailah acara “Alek Gadang Rang Mudo” sebagai perayaan Dies Natalis UKM-ITB ke 44 tahun. Pembukaan dimulai kata sambutan dari ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB, Pembina UKM-ITB, Ketua Alumni UKM-ITB, Ketua Dies ini sendiri dan Datuak UKM-ITB, secara tidak langsung memberi euforia berlebih untuk malam itu. Dimulai dari pembawaan MC nan elok dan epik membawa penonton tertawa sejenak, dilanjutkan dengan Tari Galombang Pasambahan yang membuat penonton semakin takjub dan tak sabar melihat kejutan kejutan lainnya yang telah disiapkan. Dimulai dari decah kagum dan sorak sorai penonton untuk akting dari pendrama yang kali ini dipadukan dengan silek khas minang yang dimainkan dengan sangat sempurna membuat penonton sangat terhibur dimalam itu. Belum lagi permainan musik minang dengan suara khas dari talempong yang semakin menggelegarkan Sabuga dan membawa perasaan penonton yang semakin rindu dengan tanah minang yang membawa segala kenangan. Selain Tari Galombang Pasambahan, tari payuang yang dimainkan berpasangan juga terbaik ditonton pada malam itu karena disuguhkan dengan ayunan payunh dan selendang dari para penarinya. Tari lenggang dengan penari nan rancak juga tak kalah menambah senyuman penonton, bukan hanya wajah gadih minang nan manis tetapi juga perilaku nan elok, itulah yang dijelaskan dalam tari ini. Penonton juga dibuat kagum dan tak berkedip dengan tarian serentak dari personil bujang nan gagah di tari indang. Dan ditambah tari garak kambang yang berhasil membawa adrenalin penonton pada puncak-puncaknya. Dan tari yang sangat ditunggu-tunggu dan menjadi tari yang melekat dengan minang yaitu tari piriang, penari yang sabana ancak berhasil membawa penonton ke puncak malam dengan hujan tepuk tangan dari kursi penonton setelah dipecahkannya piring diakhir tarian. Hingga tak terasa 3 jam berlalu dan diakhiri dengan lagu jayalah UKM yang dibawakan sangat spesial, dan dengan panggung yang sudah berjajar seluruh personil pada penampilan malam itu sembari bersama sama menyanyikan lirik jayalah UKM. Sangat menyentuh hati seluruh isi Sabuga, hingga diakhiri dengan apresiasi dari penonton yang tak henti henti hingga akhir acara dan tangis bahagia dari seluruh anggota UKM-ITB yang merasa senang pada perayaan hari ulang tahun UKM-ITB. (Annisa Rahmi, UKM17, GD17)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *