Karya Sastra Minangkabau

UKM-ITB | July 4, 2010 | View Comments

Karya sastra Minangkabau adalah karya seni yang menggunakan bahasa Minangkabau sebagai mediumnya. Isinya membicarakan tentang manusia dan kemanusiaan, tentang hidup dan kehidupan masyarakat dan budaya Minangkabau.

Ciri umum karya sastra Minangkabau:

  1. Menggunakan bahasa Minangkabau.
  2. Berlatarbelakang budaya Minangkabau.
  3. Berbicara tentang manusia dan kemanusiaan Minangkabau.
  4. Berbicara tentang hidup dan kehidupan masyarakat Minangkabau.
  5. Diwarnai oleh kesenian Minangkabau.

Di dalam berbagai karya sastra Minangkabau akan sangat banyak ditemukan kata-kata adat. Ragam kata-kata adat itu misalnya:

    • Kato petatah
      Yaitu kata-kata yang mengandung patokan hukum atau norma-norma yang bisa menjadi tuntunan kehidupan.

      Contoh : hiduik dikanduang adat
    • Kato petiti
      Yaitu kata-kata yang bisa menjadi jembatan atau jalan yang bisa ditempuh dengan lebih baik untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Kato petiti digunakan untuk menjelaskan kato petatah.

      Contoh : adaik hiduik tolong-manolong, adaik mati janguak-manjanguak
      adaik lai bari-mambari, adaik tidak basalang tenggang
      karajo baiak baimbauan, karajo buruak bahambauan
      (kato petiti untuk menjelaskan “hiduik dikanduang adat”)
    • Mamangan
      Yaitu kalimat yang mengandung arti sebagai pegangan hidup, sebagai anjuran ataupun larangan.

      Contoh : anak dipangku, kamanakan dibimbiang (anjuran)
      gadang jan malendo, cadiak jan manjua (larangan)
    • Pituah
      Yaitu kalimat yang mengandung ajaran nasihat yang bijaksana.

      Contoh : bakato marandah-randah, mandi di ilia-ilia
      lamak dek awak, katuju dek urang
    • Pameo
      Yaitu kalimat yang jika dilihat artinya tampak berlawanan, bahkan tidak mungkin terjadi.

      Contoh : duduak surang basampik-sampik, duduak basamo balapang-lapang
    • Kieh
      Yaitu kata-kata kiasan yang berisi sindiran.

      Contoh : “ndeh, kuciang ko, banyak bana makan, manangkok mancik indak amuah!”

Karya sastra Minangkabau dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu puisi dan prosa.

    • Puisi
      # Pasambahan adat >> teks pidato yang menggunakan gaya bahasa sastra
      # Pantun >> terdiri dari sampiran dan isi
      # Talibun >> pantun yang terdiri dari 6 – 12 baris
      # Seloka >> pantun 4 baris yang terdiri dari beberapa untai
      # Gurindam >> saripati kata yang tersusun dalam 2 dan 4 baris

Prosa

# Tambo >> sejarah yang dituangkan dalam bahasa sastra Minangkabau
# Kaba >> cerita-cerita yang mengandung nilai moral

Tags: ,

Category: Adat Budaya

blog comments powered by Disqus